Penjelasan Tentang Sejarah & Budaya Seni Tari Waltz

Penjelasan Tentang Sejarah & Budaya Seni Tari Waltz

Seni Tari Waltz merupakan salah satu jenis tarian Ballroom yang terkenal. Ballroom Dance merupakan jenis tarian yang berkembang di Eropa. Gerakan-gerakan tarian Waltz menjadi dasar gerakan Ballroom Dance lainnya. Tarian dengan jenis romantic dance yang biasanya dilengkapi dengan musik indah dan gaun mewah bagi para penarinya. Para wanita yang mengenakan gaun dan sepatu hak dan para pria biasanya menggunakan setelan jas dan sepatu kulit. Tarian ini membutuhkan area luas karena biasanya sepasang penari waltz akan berdansa mengitari seluruh lantai dansa. Tarian yang elegant dengan kostum yang mewah menjadi ciri tersendiri untuk tari Waltz.

  • Awal Sejarah Tari Waltz

Tari Waltz awalnya hanya merupakan tarian rakyat yang lahir pada abad 17 dipinggiran kota Austria dan Bavaria. Waltz menjadi populer di Wina sekitar 1780-an dan sering ditarikan di lapangan besar pada setiap hari raya. Lama-kelamaan keluarga kerajaan sangat tertarik dengan tari rakyat tersebut. Lalu tarian itu dimasukan kedalam kerajaan dan hanya boleh ditarikan oleh keluarga kerajaan atau orang-orang didalam kerajaan dan orang-orang diluar kerajaan tidak diperkenankan menarikan tarian Waltz lagi. Waltz hanya ditarikan didalam kerajaan saat hari besar atau di upacara-upacara pernikahan kerajaan.

  • Sejarah Berkembangnya Tarian Waltz

Terbatasnya tarian Waltz yang hanya ditarikan di dalam kerajaan, namun tarian Waltz tetap saja menyebar ke berbagai negara lainnya pada tahun-tahun berikutnya. Namun setelah mengalami banyak perubahan dalam perjalanan sejarahnya, tarian ini diperkenalkan ke masyarakat sebagai Ballroom Dance. Tari Waltz pada awal abad ke 18 mulai diperkenalkan pertama kali di Inggris. Tarian yang berpasangan laki-laki dan perempuan ini pertama kali dikecam oleh penduduk setempat dan gereja, mereka tidak memperbolehkan tarian Waltz karena dianggap terlalu vulgar. Gerakan tubuh yang begitu dekat dan menempel antara pria dan wanita dianggap amoral oleh masyarakat saat itu. Tetapi pada perkembangan waktu, dari Inggris justru menjadi titik mula Waltz berkembang dan menjadikan suatu tarian yang menarik dan diminati. Pada pertengahan abad kedelapan belas, tarian ini telah tumbuh dalam popularitas dan menyebar ke seluruh Eropa. Bahkan menyebar ke seluruh dunia.

  • Tempo dan Irama

Ciri-ciri tari Waltz yang terutama terletak pada tempo irama yang digunakan dan musik pengiringnya yang cenderung riang. Tarian yang biasa dilakukan berpasangan dengan irama ¾ dengan tempo yang berbeda-beda. Tarian ini  berasal dari modifikasi tarian weller yang biasanya ditarikan oleh pasangan petani Jerman yang bahagia saat menyambut musim panen dan juga paduan dari tari Leander dari Austria.

  • Macam-macam jenis

Tarian ini juga dibagi menjadi dua jenis seperti tari tango, yaitu Vienese Waltz dan Boston Waltz.  Pada tahun 1700-an berkembangnya tarian ini dalam jenis baru yang dikenal sebagai slow Waltz (romantisme) sebagai hasil dari Vienese Waltz. Dengan diiringi lagu cinta yang populer saat itu, tempo dari tariannya diperlambat ¾. Vienese Waltz ditarikan dengan pasangan dansa yang berputar lebih cepat ke segala arah dengan gerakan sangat cepat setengah berlari dan melompat. Sedangkan Boston Waltz atau romantic Waltz bertempo lebih pelan dimana pasangan dansa sesekali berputar mengitari lantai dansa dalam posisi berdekap erat dan menari dengan gerakan seirama namun tanpa berlari dan melompat.

Waltz mengalahkan tari popularitas dansa cha-cha, samba dan rumba, hingga makin terkenal di seluruh dunia. Di Indonesia tarian jenis Ballroom ini, mulai dikenal saat penjajahan Belanda. Namun sekarang berkembang pemikiran di masyarakat Indonesia bahwa tari Waltz tidak hanya dapat dinikmati sebagai tarian saja, namun juga sebagai olahraga yang menyenangkan dan tidak terlalu melelahkan, karena gerakannya yang banyak membakar kalori.

 

 

Authored by: Ava Chapman